{"id":88,"date":"2018-02-22T04:50:21","date_gmt":"2018-02-22T04:50:21","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.um-palembang.ac.id\/bora\/?p=88"},"modified":"2018-02-22T04:51:46","modified_gmt":"2018-02-22T04:51:46","slug":"manajemen-diri-self-management","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/blog.um-palembang.ac.id\/bora\/manajemen-diri-self-management\/","title":{"rendered":"Manajemen Diri (Self Management)"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;color: #000000\"><strong>Kenapa Belajar Memanajemen Diri<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;color: #000000\">Sebagai seorang muslim kita diharuskan terus belajar dan belajar demi menggapai cita-cita tertinggi seorang muslim yaitu Taqwa.<!--more--><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;color: #000000\">Salah satu upaya untuk menggapai itu adalah dengan memanajemen diri kita sendiri, adapun manfaat dari memanajemen diri adalah kita pasti bisa mengelola diri baik itu pikiran, perasaan dan perbuatan sehingga dapat berkembang secara optimal, Dengan memanajemen diri kita merasa bebas dari kontrol orang lain, Perubahan terjadi karena usaha diri kita sendiri maka hargailah perubahan itu agar istiqomah, dalam ilmu psikologi manajemen diri merupakan salah satu teknik untuk melakukan perubahan perilaku. Konsep teori manajemen diri menolak pandangan bahwa radikal bahwa manusia itu sepenuhnya dibentuk dan ditentukan oleh lingkungannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;color: #000000\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-89 size-full\" src=\"http:\/\/blog.um-palembang.ac.id\/bora\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/02\/1232323.jpg\" alt=\"\" width=\"838\" height=\"469\" srcset=\"http:\/\/blog.um-palembang.ac.id\/bora\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/02\/1232323.jpg 838w, http:\/\/blog.um-palembang.ac.id\/bora\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/02\/1232323-300x168.jpg 300w, http:\/\/blog.um-palembang.ac.id\/bora\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/02\/1232323-768x430.jpg 768w, http:\/\/blog.um-palembang.ac.id\/bora\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2018\/02\/1232323-830x465.jpg 830w\" sizes=\"(max-width: 838px) 100vw, 838px\" \/><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;color: #000000\"><strong>Pengertian Manajemen Diri<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;color: #000000\">Pengelolahan diri adalah prosedur dimana individu mengatur prilakunya sendiri (Gantina 2011:180), Gie (1996:95) manajemen diri adalah dimana setelah seseorang menetapkan tujuan hidup bagi dirinya, ia harus mengatur dan mengelola dirinya sebaik-baiknya untuk membawanya ke arah tercapainya tujuan hidup dan itu juga segenap kegiatan dan langkah mengatur dan mengelola dirinya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;color: #000000\"><strong>Dimensi Manajemen Diri<\/strong><\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;color: #000000\"><strong>Pikiran<\/strong>berarti Anda mampu mengendalikan pikiran Anda untuk mampu berpikir dengan baik, memiliki daya analisa dan ingatan yang baik, punya kreatifitas dan persepi yang baik pula.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;color: #000000\"><strong>Tubuh<\/strong>berarti Anda mampu menjaga tubuh untuk tetap sehat dengan memperhatikan pola makan, rutinitas olahraga, istirahat dan relaksasi yang cukup.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;color: #000000\"><strong>Perasaan<\/strong>berarti Anda memiliki kendali terhadap emosi, pola reaksi dan memiliki pilihan-pilihan terbaik terhadap setiap respon yang mempengaruhi emosi Anda.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;color: #000000\"><strong>Spiritual<\/strong>berarti Anda memiliki nilai-nilai hidup, tujuan dan hasil akhir yang terjaga dalam koridor keyakinan dan kepercayaan Anda.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;color: #000000\"><strong>\u00a0<\/strong><strong>Aspek-aspek dalam Manajemen Diri<\/strong><\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;color: #000000\"><strong><em>Management by antecedent:<\/em><\/strong> pengontrolan reaksi terhadap sebab-sebab atau pikiran dan perasaan yang memunculkan respon.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;color: #000000\"><strong><em>Management by consequence:<\/em><\/strong> pengontrolan reaksi terhadap tujuan perilaku, pikiran, dan perasaan yang ingin dicapai.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;color: #000000\"><strong><em>Cognitive techniques:<\/em><\/strong> pengubahan pikiran, perilaku dan perasaan. Dirumuskan dalam cara mengenal, mengeliminasi dan mengganti apa-apa yang terefleksi pada antecedents dan consequence.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;color: #000000\"><strong><em>Affective techniques:<\/em><\/strong> pengubahan emosi secara langsung<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;color: #000000\"><strong>Prinsip Manajemen Diri<\/strong><\/span><\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;color: #000000\"><strong>Anda harus punya tujuan Hidup<\/strong>. Anda harus punya tujuan dalam hidup ini mau apa? Visi harus Anda miliki. Peran dan manfaat apa yang mau Anda berikan untuk Anda dan orang lain harus ada. Memiliki persfektif waktu yang panjang terhadap visi dan tujuan hidup.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;color: #000000\"><strong>Anda harus Fokus<\/strong>. Anda memiliki prioritas hidup dan manajemen waktu yang baik. Tidak semua keinginan bisa dipenuhi maka lakukan skala prioritas untuk itu. Jangan terlalu terpaku pada parameter-parameter eksternal. Lebih baik menjadikan diri sendiri sebagai alat ukur ketimbang membandingkan dengan orang lain. Dan, untuk bisa fokus maka Anda harus tahu\u00a0<a style=\"color: #000000\" href=\"http:\/\/dedenhendrayana.com\/2013\/11\/12\/sudahkah-kita-tahu-jalan-sukses-kita\/\">jalan sukses<\/a> Tahu kekuatan Anda, keunikan Anda dan asahlah terus itu.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;color: #000000\"><strong>Anda harus fleksible<\/strong>, selalu ingin belajar, spontan, inovatif dan sangat senang dalam menghadapi perubahan.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;color: #000000\"><strong>Anda harus selalu disiplin<\/strong>karena semua tidak akan terjadi tanpa kedisiplinan. Berikan komitmen Anda karena melakukan perubahan itu tidak bisa cepat untuk itu jangan pernah menyerah.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;color: #000000\"><strong>Anda harus Percaya diri<\/strong>, yakin dan tetaplah rendah hati kepada siapapun.<\/span><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;color: #000000\"><strong>Teknik atau Prosedur Manajemen Diri<\/strong><\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;color: #000000\">Dalam buku \u201cTeori dan Teknik Konseling\u201d Gantina Komalasari dkk, menjabarkan tahap-tahap dalam prosedur pelaksanaan\u00a0<em>Self-Management<\/em>\u00a0yaitu :<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;color: #000000\"><em> Memonitor diri\/ Observasi<\/em><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;color: #000000\">Mengamati tingkah laku sendiri kemudian mencatatnya dengan teliti (frekuensi, intensitas dan durasi)<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"2\">\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;color: #000000\"><em> Evaluasi Diri<\/em><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;color: #000000\">Membandingkan hasil catatan tingkah laku dengan target tingkah laku yang telah dibuat oleh konseli sesuai efektifitas dan efesiensi program<\/span><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\" start=\"3\">\n<li><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;color: #000000\"><em> Pemberian penguatan, penghapusan dan pemberian hukuman<\/em><\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><span style=\"font-family: tahoma, arial, helvetica, sans-serif;color: #000000\">\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kenapa Belajar Memanajemen Diri Sebagai seorang muslim kita diharuskan terus belajar dan belajar demi menggapai cita-cita tertinggi seorang muslim yaitu Taqwa.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[4],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/blog.um-palembang.ac.id\/bora\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88"}],"collection":[{"href":"http:\/\/blog.um-palembang.ac.id\/bora\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/blog.um-palembang.ac.id\/bora\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/blog.um-palembang.ac.id\/bora\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/blog.um-palembang.ac.id\/bora\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=88"}],"version-history":[{"count":3,"href":"http:\/\/blog.um-palembang.ac.id\/bora\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":93,"href":"http:\/\/blog.um-palembang.ac.id\/bora\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/88\/revisions\/93"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/blog.um-palembang.ac.id\/bora\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=88"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/blog.um-palembang.ac.id\/bora\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=88"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/blog.um-palembang.ac.id\/bora\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=88"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}