{"id":539,"date":"2020-01-21T10:51:57","date_gmt":"2020-01-21T10:51:57","guid":{"rendered":"http:\/\/blog.um-palembang.ac.id\/sayfudin\/?p=539"},"modified":"2020-01-21T10:51:57","modified_gmt":"2020-01-21T10:51:57","slug":"chmod-yang-memilukan","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/blog.um-palembang.ac.id\/sayfudin\/chmod-yang-memilukan\/","title":{"rendered":"CHMOD yang memilukan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pernah mendengar kata CHMOD? Saya juga baru tau apa itu CHMOD. Bagi pengguna sistem operasi Linux dan seorang web developper, mungkin kata tersebut sudah tidak asing lagi. CHMOD adalah kepanjangan dari <em>Change Mode<\/em>, sebuah perintah untuk memberi hak akses\/permisions kepada pemilik, user biasa, dan non user (ini pengertian versi <a title=\"Saya si Gede Lumbung\" href=\"http:\/\/gedelumbung.co.cc\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">saya<\/a> :D). CHMOD inilah yang menjaga keamanan dari suatu data, jika ada user nakal yang berusaha untuk mengakses, mengubah, bahkan membaca data yang bukan haknya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00a0\u00a0\u00a0 Cerita sedikit nie, dulu si CHMOD ini juga pernah membuat saya kelimpungan setengah mati :D. Karena saya tidak bisa mengupload sebuah file gambar melalui <a title=\"Everydaylikesunday\" href=\"http:\/\/everydaylikesunday.co.cc\" target=\"_blank\" rel=\"noopener noreferrer\">web kelas<\/a> yang saya buat sendiri. Saya kira source kode PHP nya yang salah, sampai-sampai saya rombak abis-abisan kembali semua source kodenya. Ternyata bukan itu masalahnya. Saya pun mencoba untuk bertanya ke teman-teman kelas, tapi tak satupun ada yang tau. Yaw, beginilah nasib menjadi seorang newbie :(. Akhirnya, terjawab juga melalui sebuah forum, yang saya lupa namanya :D. Ternyata permasalahannya berada pada hak akses folder tempat penyimpanan gambar yang ingin saya tuju. Pihak hosting memberi hak akses hanya untuk mengeksekusi folder tersebut. Pantas saja file gambarnya gak bisa disimpan di folder tersebut.<span id=\"more-495\"><\/span><\/p>\n<p>Nah, sekarang saya mau berbagai sedikit nie tentang tutorial CHMOD dan cara penggunaannya. Hak akses suatu data, disimbolkan dengan angka.<br \/>\n0 = Tidak ada hak akses<br \/>\n1 = Hak akses untuk masuk dan mengeksekusi suatu data atau folder (direktori)<br \/>\n2 = Hak akses untuk menulis\/mengubah suatu data atau folder (direktori)<br \/>\n4 = Hak akses untuk membaca suatu data atau folder (direktori)<\/p>\n<p>Jadi jika semuanya dijumlahkan menjadi 7, yang berarti suatu user mempunyai hak penuh akan data atau folder (direktori) tersebut. Suatu data dapat diakses oleh 3 user, yaitu root (pemilik data), user group, dan user non-group. Berikut contohnya :<\/p>\n<p><strong>Contoh Chmod<\/strong><\/p>\n<p>Chmod 753, berarti :<br \/>\n7 = 4+2+1 : root (pemilik file) mempunyai hak untuk mengeksekusi (1), menulis (2), dan membaca (4) suatu data atau direktori<br \/>\n5 = 4+1 : user group mempunyai hak untuk membaca (4) dan mengeksekusi (1) suatu data atau direktori<br \/>\n3 = 2+1 : user non group mempunyai hak untuk menulis (2) dan mengeksekusi suatu data atau direktori<\/p>\n<p><strong>Contoh Penggunaan Chmod<\/strong><\/p>\n<p>Jika ingin mengubah hak akses dari suatu data atau direkori, dari hak akses 644 (setting default dari pihak hosting) menjadi 755 (agar dapat dibaca) berikut caranya :<\/p>\n<p>chmod 755 [nama file]<\/p>\n<p>Contoh :<br \/>\nchmod 755 index.php \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0\u00a0 (untuk file)<br \/>\nchmod 755 \/web\/images\u00a0\u00a0\u00a0 (untuk folder\/direktori)<\/p>\n<p>Kalau ingin mengubah hak akses suatu folder yang di dalamnya ada banyak folder dan file, bisa menggunakan perintah berikut :<\/p>\n<p><span style=\"font-family: terminal, monaco, monospace;\">find [direktori] -type f -exec chmod 777 {} \\; \u00a0 \u00a0 (untuk file)<\/span><br \/>\n<span style=\"font-family: terminal, monaco, monospace;\">find [direktori] -type d -exec chmod 777 {} \\;\u00a0\u00a0\u00a0 (untuk folder \/ direktori)<\/span><\/p>\n<p>Contoh :<br \/>\n<span style=\"font-family: terminal, monaco, monospace;\">find \/home\/lumbung\/htdocs-linux -type f -exec chmod 777 {} \\; \u00a0 \u00a0 (untuk file)<\/span><br \/>\n<span style=\"font-family: terminal, monaco, monospace;\">find \/home\/lumbung\/htdocs-linux -type d -exec chmod 777 {} \\;\u00a0\u00a0\u00a0 (untuk folder \/ direktori)<\/span><\/p>\n<p>Dan jika ingin menyembunyikan suatu data atau direktori dapat menggunakan perintah berikut :<\/p>\n<p>chmod 700 [nama file atau folder]<\/p>\n<p>Contoh :<br \/>\nchmod 700 index.php\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u00a0\u00a0 (untuk file)<br \/>\nchmod 700 \/web\/images\u00a0 (untuk folder\/direktori)<\/p>\n<p>OK, sekian dulu tutorial mengenai Chmod.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Pernah mendengar kata CHMOD? Saya juga baru tau apa itu CHMOD. Bagi pengguna sistem operasi Linux dan seorang web developper, mungkin kata tersebut sudah tidak asing lagi. CHMOD adalah kepanjangan dari Change Mode, sebuah perintah untuk memberi hak akses\/permisions kepada pemilik, user biasa, dan non user (ini pengertian versi saya :D). CHMOD inilah yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":""},"categories":[1],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/blog.um-palembang.ac.id\/sayfudin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/539"}],"collection":[{"href":"http:\/\/blog.um-palembang.ac.id\/sayfudin\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/blog.um-palembang.ac.id\/sayfudin\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/blog.um-palembang.ac.id\/sayfudin\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/blog.um-palembang.ac.id\/sayfudin\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=539"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/blog.um-palembang.ac.id\/sayfudin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/539\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":540,"href":"http:\/\/blog.um-palembang.ac.id\/sayfudin\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/539\/revisions\/540"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/blog.um-palembang.ac.id\/sayfudin\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=539"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/blog.um-palembang.ac.id\/sayfudin\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=539"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/blog.um-palembang.ac.id\/sayfudin\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=539"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}