Tag Archives: Biologi

28Mar/16

Unsur- Unsur Dasar Perencanaan Pembelajaran

Salah satu tugas dan kewajiban seorang guru adalah merancang proses pembelajaran yang tepat bagi para siswanya. Rancangan pembelajaran yang tepat maksudnya adalah yang sesuai dengan kebutuhan zaman dan siswa. Untuk itu, dalam merencanakan atau merancang sebuah proses pembelajaran guru memperhatikan beberapa unsur-unsur dasar dalam perancangan pembelajaran yang ada pada gambar berikut.
10 dasar PP

Penjelasan selengkapnya untuk 10 unsur dasar perencanaan pembelajaran dapat didownload disini

12Nov/15

Rancangan Acak Kelompok (RAK)

experiment-test-e1345959360202Rancangan Acak Kelompok (RAK) memiliki nama lain yaitu Randomized Complete Block Design atau Single Group Experiment. Rancangan ini menurut Hanafiah (2004:43) merupakan rancangan untuk percobaan lapangan yang paling sederhana di antara yang lainnya. RAK diterapkan karena sulit untuk mendapatkan kondisi yang homogen yang merupakan syarat dari RAL. Karena RAK diterapkan di lapangan, maka perlu adanya lokal kontrol dalam percobaan yang akan dilakukan. Lokal kontrol yang dimaksud adalah berupa pengelompokan perlakuan dalam kelompok-kelompok, blok-blok, atau lokal-lokal, misalnya menggunakan areal atau lahan yang memiliki tingkat kesuburan, kemiringan, atau kemasaman yang sama (Hanafiah, 2004:43).

Materi rancangan acak lengkap selengkapnya dapat didownload disini

25Oct/15

Rancangan Percobaan: Rancangan Acak Lengkap (RAL)

Crazy scientist. Young boy performing experiments

Rancangan percobaan merupakan pola atau tata cara yang dipilih peneliti untuk menerapkan tindakan-tindakan (perlakuan atau non-perlakuan) dalam suatu percobaan pada suatu kondisi/lingkungan tertentu (Hanafiah, 2004:2). Penentuan rancangan percobaan sebelum melakukan kegiatan percobaan penting agar segala informasi yang berhubungan dengan atau diperlukan untuk persoalan yang sedang diteliti dapat dikumpulkan (Sudjana, 1995:1).

Ada banyak jenis rancangan percobaan yang dapat dijadikan pertimbangan bagi peneliti untuk digunakan dalam memecahkan masalah penelitian. Salah satunya adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang termasuk ke dalam kelompok rancangan lingkungan. RAL merupakan salah satu jenis rancangan percobaan yang sering digunakan, terutama oleh para mahasiswa dalam rangka menyusun tugas akhir atau skripsinya.

Penjelasan lebih lanjut mengenai karakteristik RAL, unsur dasar, rumus, dan cara perhitungan RAL secara manual dapat Anda download disini

23Oct/15

Tabel-Tabel dalam Statistika

statistikaAda dua jenis cara perhitungan dalam statistika yaitu secara manual dan dengan menggunakan program perhitungan seperti SPSS, Minitab, dan lain sebagainya. Meksipun perhitungan menggunakan program pembantu sudah sangat populer, namun ada kalanya perhitungan secara manual juga diperlukan. Hal ini agar kita memahami tahap demi tahap perhitungan dan asal muasal angka-angka yang dihasilkan dari program tersebut. Oleh karena itu, berikut ini disajikan berbagai tabel yang digunakan dalam perhitungan statistika maupun penarikan kesimpulan dari data yang di dapat.

  1. Tabel t, digunakan dalam perhitungan menggunakan Uji t atau t-test (klik disini)
  2. Tabel z, digunakan dalam perhitungan penentuan besarnya sampel (klik disini)
  3. Tabel F, digunakan dalam perhitungan menggunakan Uji F atau ANOVA (klik disini)
  4. Tabel BNT, digunakan dalam perhitungan uji lanjut atau uji perbandingan berganda BNT (klik disini)
  5. Tabel BNJ, digunakan dalam perhitungan uji lanjut atau uji perbandingan berganda BNJ (klik disini)
  6. Tabel Dunnet, digunakan dalam perhitungan uji lanjut atau uji perbandingan berganda Dunnet (klik disini)
  7. Tabel Duncan, digunakan dalam perhitungan uji lanjut atau uji perbandingan berganda Duncan (klik disini)
  8. Tabel Koefesiensi Polinomial Ortogonal (klik disini)
  9. Tabel bilangan random (klik disini)

Dikumpulkan dari berbagai sumber

23Oct/15

Pengetahuan Dasar Penelitian

imagesPenelitian merupakan kegiatan pemecahan suatu permasalahan yang dipilih peneliti secara sistematis. Secara sistematis artinya kegiatan penelitian tersebut dilakukan tahap demi tahap, mulai dari kegiatan mencari permasalahan sampai dengan menarik kesimpulan. Penelitian itu sendiri dibagi menjadi dua kelompok, yaitu jenis penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Hal ini tergantung peneliti hendak memilih jenis penelitiannya, sedangkan dalam mata kuliah biologi eksperimental ini difokuskan pada jenis penelitian kuantitatif yang terdiri atas penelitian eksperimen dan noneksperimen (survei).

Pengetahuan dasar penelitian merupakan materi prasayarat yang harus dikuasai dan dipahami oleh para mahasiswa yang mengikuti kuliah Biologi Eksperimental sebelum mempelajari berbagai jenis rancangan percobaan dan teknik analisis data. Materi ini mencakup:

  1. Konsep dasar penelitian (variabel, hipotesis, jenis data)
  2. Konsep dasar statistika (statistika deskriptif dan inferensial, statistika parametrik dan non-parametrik, dan cara penggunaan alat bantu hitung manual/kalkulator)

Materi pengetahuan dasar penelitian dapat didownload disini

23Oct/15

Pengantar Mata Kuliah Biologi Eksperimental

Biologi eksperimental merupakan salah satu mata kuliah wajib bagi mahasiswa semester VII di Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Palembang. Perkuliahan ini memberikan dasar pemahaman tentang metode penelitian dalam biologi yang mencakup:

  1. Pengetahuan dasar penelitian (statistika)
  2. Klasifikasi dan prinsip perancangan percobaan (RAL, RAK, RAKL, dan NestedDesign).
  3. Teknik analisis data dengan Uji T dan ANAVA = Analisis Vari-an, Analysis of Variance, Analisis Sidik Ragam (manual dan dengan bantuan program SPSS dan Minitab).
  4. Uji lanjut ANAVA (BNT = Beda Nyata Terkecil, BNJ = Beda Nyata Jujur, dan WBD= Wilayah Berganda Duncan).
  5. Tranformasi dan missing data.
  6. Statistika nonparametrik.

Penjelasan lebih lanjut mengenai deskripsi, tujuan, rencana perkuliahan dan kontrak kuliah mata kuliah Biologi Eksperimental dapat Anda download disini

23Oct/15

Kurikulum 2013

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa bersamaan dengan lahirnya Kurikulum 2013, terjadi perubahan pada empat dari delapan Standar Nasional Pendidikan (SNP) Indonesia. Keempat standar tersebut meliputi: Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Isi, Standar Proses, dan Standar Penilaian. Perubahan pada keempat standar tersebut dapat Anda simak pada beberapa Permendikbud berikut ini:

  1. Permendikbud Nomor 54 Tahun 2013 tentang Standar Kompetensi Lulusan (klik disini)
  2. Permendikbud Nomor 64 Tahun 2013 tentang Standar Isi (klik disini)
  3. Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standa Proses (klik disini)
  4. Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian (klik disini)

Permendikbud lainnya yang berkaitan dengan Kurikulum 2013 adalah sebagai berikut:

  1. Permendikbud Nomor 59 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 (klik disini)
  2. Silabus Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Biologi SMA (Klik disini)
  3. Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Menengah (klik disini)
  4. Permendikbud Nomor 104 Tahun 2014 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Para Pendidik pada Pendidikan Dasar dan Menengah (klik disini)
23Oct/15

Hakikat Pembelajaran Sains, Tantangan Pembelajaran Biologi Abad 21, dan Standar Nasional Pendidikan (SNP) K13

21st_century_classroom

Sebelum mendesain sebuah bahan ajar, untuk mata pelajaran Biologi SMA khususnya, para mahasiswa dituntut untuk memiliki pengetahuan dasar tentang pembuatan bahan ajar terlebih dahulu. Pengetahuan dasar tersebut meliputi:

  • Hakikat Pembelajaran Sains (Biologi)

Hakikat pembelajaran sains (Biologi) mencakup tiga hal, yaitu sains sebagai proses, sains sebagai produk, dan sikap ilmiah. Ketiga hal tersebut menentukan arah kegiatan pembelajaran yang harus dirancang dan juga jenis penilaiannya. Dengan memahami ketiga hal tersebut diharapkan para mahasiswa (calon guru/guru) dapat menyusun bahan ajar dengan baik.

  • Tantangan Pembelajaran Biologi di Abad 21

Seperti halnya ilmu yang terus berkembang dari masa ke masa, pembelajaran biologi pun juga dituntut untuk terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman. Pada abad 21, ilmu pengetahuan dapat diakses dimana saja dan kapan saja dengan bantuan teknologi. Oleh karena itu, para mahasiswa (calon guru/guru) dituntut untuk terampil mengembangkan bahan ajar, khususnya bahan elektronik sesuai kebutuhan di abad 21.

  • Standar Nasional Pendidikan (SNP) Kurikulum 2013

Kompleksitas abad 21 turut melahirkan perubahan pada sistem pendidikan di Indonesia, yaitu terjadi peralihan dari Kurikulum 2006 (KTSP) ke Kurikulum 2013. Pada kurikulum 2013 terjadi perubahan pada empat Standar Nasional pendidikan (SNP) Indonesia, yang meliputi: Standar Proses, Standar Isi, Standar Kompetensi Lulusan, dan Standar Penilaian. Oleh karena itu, para mahasiswa (calon guru/guru) dituntut untuk memahami perubahan pada ke empat SNP tersebut agar dapat diaplikasikan dalam bahan ajar yang dibuat.

Penjelasan lebih lanjut mengenai ketiga hal tersebut dapat Anda download disini